Monexnews - Hingga sesi siang di hari Kamis (16/08) mata uang tunggal Euro nampak kembali terdegradasi ke zona negatif lantaran dollar AS (USD) tertopang oleh kuatnya data ekonomi Amerika yang rilis kemarin.
Data produksi industri yang kuat serta survei kepercayaan perumahan yang bangkit ke level terbaiknya, justru memicu pesimisme pasar bahwa dengan membaiknya fitur ekonomi, akan mengurungkan niat bank sentral AS untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran selanjutnya atau quantitative easing (QE III).
Selain itu pelemahan Euro di duga akibat adanya aksi jual Euro oleh Bank Sentral Eropa (ECB) yang melakukan diversifikasi cadangan mata uang ke dalam Krona Swedia dan Poundsterling Inggris. Cadangan mata uang asing SNB dilaporkan membengkak 11,3% pada bulan lalu menjadi 406,5 milyar Franc ($416 milyar). Dan "sebagian besar" peningkatan tersebut terutama akibat pembelian pihak SNB terhadap mata uang asing untuk mempertahankan nilai tukar minimum Franc terhadap Euro.
Euro kini kembali terjepit di area $1.2280 setelah hanya mampu menguat ke 1.2306, masih jauh di bawah level tinggi kemarin pada $1.2343.(Dar)

Komentar