Selasa, 17 Oktober 2017

forex  Forex

Euro Terkoreksi, Dollar Defensif

Rabu, 2 Oktober 2013 9:52 WIB
Dibaca 616

Monexnews - Euro nampak tertekan pada sesi Asia hari Rabu dengan terkoreksi dari level tinggi 8 bulan, membantu mendorong naik indeks dollar pada pasar yang cemas oleh shutdown pada pemerintah AS untuk pertama kalinya dalam hampir selama 2 dekade. Sementar pasar keuangan global nampak yakin bahwa shutdown parsial ini hanya akan berlangsung sebentar, dampak jangka pendek bagi investor adalah terlambatnya rilis data ekonomi AS yang akan digunakan sebagai tolak ukur apakah Federal Reserve akan menarik stimulus dalam waktu dekat.

Bureau of Labor Statistics AS, yang dijadwalkan untuk merilis data non-farm payrolls pada hari Jumat, mengatakan tidak akan merilis apapun hingga operasi pemeirntah kembali berjalan. Sebagai hasilnya, investor enggan mengambil posisi dalam jumlah besar, membuat perdagangan volatile seperti terlihat pada euro. Rally euro mulai pudar menyusul data pengangguran Jerman yang naik melebihi perkiraan kemarin, tertekan oleh aksi jual unutk memangkas gainnya. Hal tersebut membantu indeks dollar untuk terlepas dari dekar level rendah 8 bulan. Trader mengatakan greenback juga terbantu oleh data sektor manufaktur AS kemarin.

Analis pada BNP Paribas mengatakan dollar nampaknya akan diperdagangkan defensif hingga kebuntuan Kongres di AS terselesaikan. "Namun kami juga tidak akan melebih-lebihkan kerapuhan USD."

Mereka menambahkan bahwa menurut analisis mereka pasar tidak lagi memiliki posisi long dollar dan kemungkinan berakhirnya shutdown berarti investor akan enggan untuk terlalu bearish terhadap dollar.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar