Minggu, 23 Juli 2017

forex  Forex

Euro Tertindas, Namun Isu Tapering Topang USD

Selasa, 12 November 2013 14:07 WIB
Dibaca 782

Monexnews - Meskipun mampu bangkit dari keterpurukan, mata uang tungggal euro nampak masih melempem dan belum berhasil meraih kembali level tertingginya pekan lalu di atas kisaran $1.35-an, lantaran terus menerus dibebani oleh penguatan dollar AS (USD).

Penguatan USD belakangan ini terutama terkait kencangnya hembusan isu tapering yang terus menggelayuti sentimen pasar saat ini. Wacana tersebut kian menebal terutama setelah di rilisnya angka GDP AS kuartal III serta data tenaga kerja (Non-farm Payrolls) yang kian membaik yang rilis pekan lalu. Sehingga banyak kalangan memprediksi bank sentral Amerika Serikat (the Fed) diperkirakan akan mulai mengurangi stimulus lebih cepat dari jadwal semula.

Kontras dengan USD, mata uang bersama yang dipakai oleh 17 negara ini merosot tajam setelah pekan lalu (7/11) Bank Sentral Eropa atau ECB di luar perkiraan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi saat ini 0.25%. Euro kian terpuruk setelah peringkat utang di negara-negara maju juga di downgrade. Salah satunya adalah negara Perancis.

Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's Ratings Services (S&P) pada hari Jumat pekan lalu (8/11) menurunkan peringkat kredit Perancis satu level menjadi "AA" dari level sebelumnya "AA+".

Kurs euro (EURUSD) hingga sesi siang (Selasa, 12/11) terpantau tertekan di area $1.3385 dan hanya mampu menguat sampai $1.3413, platform Reuters. Sedangkan sesi Senin kemarin (11/11), euro sempat menguat ke level $1.3416 dan berakhir di tutup pada level 1.3406.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar