Senin, 24 Juli 2017

forex  Forex

Faktor Eksternal Dominasi Pelemahan Rupiah

Jumat, 21 Maret 2014 15:19 WIB
Dibaca 722

Monexnews - Hingga memasuki sesi II di perdagangan akhir pekan (21/3), nilai tukar Rupiah masih ditransaksikan lemah di atas kisaran 11400 terhadap dollar AS.

Pelemahan yang cukup tajam pada mata uang berlambang burung Garuda ini lebih banyak diakibatkan oleh faktor eksternal ketimbang faktor domestik. Penguatan dollar AS (USD) dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah mata uang rivalnya terdepresiasi termasuk Rupiah.     

Dollar AS menguat hampir lintas semua mata uang utama dunia setelah Gubernur the Fed - Janet Yellen, menegaskan bahwa kenaikkan suku bunga bisa terjadi lebih cepat dari prediksi sebelumnya bahkan bisa jadi di awal tahun depan, asalkan fundamental ekonomi kian membaik.

Wacana kenaikkan suku bunga kian menebal setelah para investor optimis dengan data-data ekonomi AS yang rilis apik semalam. Salah satu data yang rilis apik dari Amerika adalah data indeks bisnis Fed Philadelphia. Indeks yang mengkalkulasi aktivitas bisnis secara umum meliputi sektor pabrik regional, diluar perkiraan melonjak menjadi +9,0 di bulan Maret dari bulan sebelumnya di angka (-6,3). Membaiknya data tersebut membuat sebagian investor cukup optimis dengan proses pemulihan di Amerika sehingga dollar AS pun kian kokoh dan stabil terhadap pasangannya.

Faktor eksternal lainnya adalah merosotnya nilai tukar yuan China terhadap USD. Kurs Yuan telah melemah lebih dari 1.2% sepanjang pekan ini, dan menjadi pelemahan mingguan terbesar sejak tahun 1992 silam. Depresiasi yuan ini merupakan hasil dari kebijakan pemerintah China dalam melakukan reformasi perekonomian secara struktural dengan meningkatkan nilai ekspor.

Namun hal itu berdampak negatif bagi negara-negara lainnya. Pelemahan tajam yuan akan memicu negara lainnya di kawasan untuk melemahkan mata uang mereka demi menjaga agar sektor ekspor mereka tetap kompetitif. Dampak itulah yang kini kita rasakan pada nilai tukar rupiah saat ini.

Beberapa saat menjelang sesi penutupan, rupiah diperdagangkan pada area 11435 setelah melemah hingga 11445, platform Reuters. Sedangkan pada sesi Kamis kemarin, rupiah juga melemah hingga 11445 dan berakhir di kisaran 11445, namun pada sesi itu rupiah sempat menguat hingga 11350. (dar)  

 

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar