Rabu, 26 Juli 2017

forex  Forex

Fonterra Bantu Penguatan Kiwi Dollar

Rabu, 27 Agustus 2014 12:08 WIB
Dibaca 614

Monexnews - Nilai tukar Dollar Selandia Baru menguat terhadap US Dollar pada sesi perdagangan hari Rabu (27/08). NZD/USD mencatat rally sebanyak 30 poin untuk merapat ke area 0.8360-65. 

Kenaikan kurs NZD dipengaruhi oleh kabar rencana investasi antara perusahaan domestik Fonterra dan produsen makanan asal China. Langkah strategis itu diprediksi mampu membuka akses penjualan Fonterra ke negara dengan populasi warga terbesar di dunia sekaligus membantu perekonomian Selandia Baru.

Fonterra sendiri merupakan perusahaan produk susu terbesar di dunia sehingga tidak heran jika aksi bisnisnya sangat mempengaruhi kinerja valuta domestik. NZD sendiri sudah mengalami masa sulit selama 24 jam terakhir karena kondisi fundamental ekonomi Selandia Baru yang kurang bagus. Kurs NZD/USD kini terpantau pada posisi 0.8364 per US Dollar (Monex Trader pukul 11.58 WIB).

Lika Liku Fonterra di China

Tahun lalu, Fonterra Co. terjerat isu yang negatif terkait kandungan bakteri dalam produknya. Produsen bahan dasar susu terbesar dunia itu didenda oleh badan perencana ekonomi China sebesar NZ$900.000 atau setara $705.000 karena terbukti telah melakukan praktik permainan harga pada penjualan produk susu di wilayah China daratan. Konsumen pangan Asia dan pelaku pasar keuangan dunia dikejutkan oleh kabar ditemukannya kandungan bakteri dalam produk buatan Fonterra Group. Beberapa produk dari perusahaan asal New Zealand yang diekspor ke China itu diduga mengandung bakteri yang bisa menyebabkan keracunan.

Fonterra merupakan penyedia produk turunan susu terbesar dunia. Perusahaan ini memiliki pangsa pasar nyaris mencapai seluruh penjuru benua, dengan produk andalan berupa susu formula dan minuman kemasan. Pihak direksi medio tahun lalu mengumumkan bahwa tiga jenis zat protein dalam produknya positif mengandung bakteri Clostridium yang rentan memicu keracunan bagi konsumennya. Sebagai penyuplai bahan dasar susu bagi banyak perusahaan, Fonterra mengirimkan susu alami ke pihak produsen berbagai produk turunan seperti yoghurt dan minuman ringan. Oleh karena itu, perseroan mengantisipasi adanya permintaan dari mitra dagang mereka untuk menarik kembali bahan dasar susu yang sudah dikirimkan.

Alhasil pemerintah China menghentikan seluruh ekspor produk susu dari New Zealand dan Australia demi melindungi warganya dari ancaman bakteri. Namun kementerian perdagangan menyebut embargo China hanya bersifat sementara dan pihak Beijing kemudian lebih memperketat inspeksi dan pengawasan segala produk impor susu. 

Selain membuka ribuan tenaga kerja di banyak negara, Fonterra adalah motor penggerak sektor produksi susu, yang berkontribusi sebanyak 3% terhadap total GDP New Zealand. Khusus untuk produk yang diduga mengandung bakteri, beberapa negara selain China memang sudah lama menjadi pelanggan setia yakni Australia, Malaysia, Arab Saudi, Thailand dan Vietnam.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar