Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

forex  Forex

GBPUSD Terkonsolidasi Setelah Anjlok Tajam

Selasa, 22 Januari 2013 17:51 WIB
Dibaca 780

Monexnews -

Poundsterling berada dalam tekanan di hari Selasa, bahkan sempat menyentuh level terendah 11-bulan vs Euro, dibebani oleh suramnya prospek ekonomi Inggris ditambah resiko downgrade rating kredit triple-A yang disandang Inggris.

Level pinjaman sektor publik yang lebih rendah selama bulan Desember kembali menjadi bukti tambahan bahwa target utang pemerintah Inggris masih melest daripada target semula sehingga menimbulkan ketakutan downgrade rating kredit Inggris dalam beberapa bulan kedepan.

Selain itu ketidakpastian hubungan Inggris dengan Uni Eropa juga menjadi katalis negatif bagi Poundsterling sepanjang pekan ini. PM David Cameron rencananya akan memberikan pidato terkait keanggotaan Inggris pada Uni Eropa hari Rabu nanti.

Namun diantara faktor tersebut diatas, alasan utama kinerja GBP sangat lemah adalah kekhawatiran terhadap indikasi BoE minutes dan laporan GDP Q4 yang akan dirilis hari Jumat nanti. Pekan lalu terdapat fakta bahwa laju retail sales tidak bertambah sama sekali di Q4, sehingga dapat diekspektasikan laju GDP masih lemah. Tingkat konsumsi konsumen yang lemah juga berpotensi memicu kecemasan baru bagi bank sentral. Secara keseluruhan ekonomi Inggris masih menghadapi masalah sehingga pelemahan GBP juga turut mencerminkan posisi para pelaku pasar terhadap serangkaian data ekonomi yang lemah.

Resisten: 1.5915 – 1.5950, Support: 1.5790 – 1.5750.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `