Monexnews - Dollar AS merosot untuk 2 hari beruntun terhadap Yen pasca beberapa data mengisyaratkan perlambatan ekonomi AS, yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan memperlonggar kebijakan lebih lanjut guna mendongkrak pertumbuhan. Kenaikan angka klaim pengangguran pekan lalu dan turunnya inflasi bulan Mei telah memaksa Greenback melemah terhadap 15 dari 16 mata uang rival utamanya.
"Klaim pengangguran yang lebih tinggi dari ekspektasi mengindikasikan bahwa performa kuat yang terlihat sebelumnya pada tahun ini telah berbalik," kata David Mann, kepala riset wilayah Amerika pada Standard Chartered Plc di New York. "Langkah potensial atau komentar dovish lebih lanjut dari Fed pada pekan depan dapat menekan Dollar lebih rendah."
Indeks harga konsumen AS mencatat penurunan terbesar sejak Desember 2008 dengan melemah 0,3% pada bulan Mei. Sementara, klaim pengangguran secara tak terduga bertambah sebanyak 6.000 menjadi 386.000 sepanjang pekan lalu, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja di Washington. Hasil tersebut mementahkan ekspektasi penurunan menjadi 375.000 dari para ekonom. (vid)

Komentar