Monexnews - Yen diperdagangkan menguat versus 16 mata uang mitra dagang Jepang seiring meningkatnya arus safe haven pasca sebuah data menunjukkan menurunnya pertumbuhan ekspor China, yang memicu spekulasi perlambatan ekonomi global.
Kuatnya arus risk aversion pada hari Jumat juga turut mendongkrak Krona Swedia ke level terkuat versus Euro sejak tahun 2000. Dengan Swedia sebagai salah satu dari hanya 12 negara berperingkat ‘AAA’ pada 3 lembaga pemeringkat utama, menjadikan Krona mulai dilirik sebagai safe haven dari gejolak hutang Eropa.
"Hasil tersebut telah memicu pertanyaan tentang momentum pertumbuhan China," kata Richard Franulovich, analis mata uang senior pada Westpac Banking Corp., dalam sebuah wawancara telepon di New York. "Itu menunjukkan jika pertumbuhan China belum stabil."
Sementara berita terbaru dari Jepang menyebutkan jika RUU pajak penjualan yang kontroversial telah disahkan oleh majelis tinggi parlemen. Sebuah langkah yang menurut beberapa analis akan dapat mendesak Bank of Japan untuk memperlonggar kebijakan moneter lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan. (vid)

Komentar