Minggu, 22 Oktober 2017

forex  Forex

Isu ‘Debt-ceiling’ Siap Tekan Dollar AS

Senin, 23 September 2013 12:49 WIB
Dibaca 1430

Monexnews - Euphoria penundaan tapering dari Federal Reserve AS (the Fed) nampak masih terasa hingga memasuki pekan ini (Senin, 23/9) setelah minggu lalu (19/9) the Fed akhirnya tetap mempertahankan program pembelian obligasi sebesar $85 miliar per bulan.

Keputusan untuk menunda pengurangan stimulus tersebut mengejutkan pasar mengingat prediksi sebelumnya menunjukan bahwa bank sentral AS akan mengurangi sekitar $10-$15 miliar dari total stimulus yang digelontorkan sebesar $85 miliar setiap bulan nya. Sontak seketika pasar bergejolak dan dollar AS (USD) merosot tajam terhadap major currencies. Bahkan hingga hari ini, USD nampak masih tertekan.

Minggu ini, sebagian sentimen pasar mulai beralih ke isu ‘debt ceiling’ AS atau plafon utang Amerika yang nampaknya juga akan menambah tekanan terhadap greenback. Sehingga hal itu turut memberikan peluang penguatan kepada major currencies apalagi bila dikombinasikan dengan data-data fundamental ekonomi zona Eropa yang akan rilis sepanjang pekan ini yang di ekspektasi positif.

Terkait masalah plafon utang AS, jika pihak Presiden Obama dan partai Republik tidak setuju untuk menaikkan batas atas pinjaman negara sebelum Oktober, Departemen Keuangan AS mungkin tidak memiliki banyak pilihan untuk mencegah batas utang yang telah melebihi $16.7 triliun, yang dapat mengirim AS menuju kebangkrutan alias default.

Hingga sesi siang, indeks dollar yang menjadi parameter penghitungan nilai dollar terhadap enam mata uang utama dunia, nampak tertekan di area 80.37 setelah hanya mampu menguat ke level 80.43. Sedangkan pada sesi penutupan hari Jumat, indeks dollar (=USD) atau DXY tercatat sempat rally hingga 80.57 setelah akhirnya di tutup pada level 80.43.  

 

(Daru Wibisono)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar