Selasa, 17 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

forex Forex

Kecemasan Default Mengancam Status Dollar

Senin, 14 Oktober 2013 16:12 WIB
Dibaca 866

Monexnews - Kecemasan mengenai potensi default hutang AS telah mendorong sejumlah analis untuk mempertanyakan status greenback sebagai mata uang cadangan global. Pemrintah AS memasuki hari ke-14 shutdown pada hari Senin, menambah kecemasan bahwa kenaikan plafon hutang tidak dapat tercapai hingga batas akhir tanggal 17 Oktober, memicu default obligasi hutang pada negara perekonomian terbesar dunia.

Richard Yetsenga, kepala riset pasar global pada ANZ, mengtakan bahwa perdebatan politik di Washington belakangan ini melukai tingkat kepercayaan pada greenback. "Menurutku apa yang terjadi pada sektor politik di AS, cara mengambil keputusan dari sudut pandang fundamental dan fisolofi bukan praktis dan mengacu pada solusi, menunjukkan bahwa status dollar tidak sekokoh 10-15 tahun lalu," ucapnya. Yetsenga mengakui kelemahan pengganti dollar, namun ia mengatakan mungkin dunia akan memaki mata uang cadangan global yang beraneka ragam, tidak hanya dollar. "Sudah pasti periode dollar sebagai mata uang cadangan tunggal mulai berakhir," ucapnya.

Turut menguatkan pandangan ini, petinggi European Central Bank Ewald Nowotny pada akhir pekan memperingatkan bahwa peran dollar sebagai mata uang cadangan utama beresiko seiring dampak langsung dari kebuntuan politik di AS. Ia mengatakan pada ORF bahwa ia cemas dampak negatif dari shutdown akan berimbas pada peran jangka panjang dollar. Isu mengenai pudarnya peran dollar sebagai mata uang cadangan telah mencuat beberapa tahun belakangan ini, analis telah mengacu pada mata uang global lain seperti franc Swiss, yen Jepang, renminbi China sebagai kandidat pengganti peran dollar sebagai mata uang cadangan.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar