Monexnews - Poundsterling anjlok terhadap Greenback pada hari Kamis seiring merebaknya spekulasi bahwa Bank of England akan segera melanjutkan program pelonggaran kuantitatif (QE) guna membantu merangsang ekonomi.
BoE pada hari Rabu telah memangkas proyeksi ekonomi Inggris yang tengah dilanda resesi, sembari mengisyaratkan jika mereka tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Hal tersebut menjadikan program pelonggaran kuatitatif lebih mungkin untuk dimulai sebagai upaya menopang perekonomian, sehingga mendorong para spekulan untuk melanjutkan penjualan Sterling pada hari Kamis. Kekhawatiran atas ekonomi Inggris cenderung akan menyeret Sterling turun lebih lanjut terutama terhadap mata uang safe haven seperti Dollar AS dan Yen Jepang, menurut sejumlah trader.
"Poundsterling nampaknya sudah tidak begitu diminati setelah laporan inflasi dari BoE mengindikasikan jika pertumbuhan Inggris masih akan cederung negatif," Kata Lee McDarby, kepala dealing untuk treasury pada Investec.
Tekanan negatif Sterling pada hari Kamis juga diperkuat oleh defisit perdagangan barang dan jasa Inggris yang menyentuh rekor tertinggi pada bulan Juni, sebagai dampak dari penurunan tajam ekspor barang. (vid)

Komentar