Senin, 23 Oktober 2017

forex  Forex

Komentar Draghi, Data Jerman Terus Menekan Euro

Senin, 25 Agustus 2014 19:19 WIB
Dibaca 1328

Monexnews - Euro anjlok ke level terendah dalam hampir selama setahun terhadap dollar pada hari Senin, tertekan oleh data Jerman yang buruk dan pasca komentar dari Presiden European Central Bank meningkatkan ekspektasi quantitative easing. Indeks iklim bisnis Ifo Jerman turun menjadi 106.3 dari 108, berada di bawah estimasi ekonom sebesar 107, seiring dampak konflik antara Rusia dan Ukraina mulai dirasakan oleh negara perekonomian terbesar di Eropa tersebut. Data tersebut menguatkan ekspektasi bahwa ECB mungkin akan melonggarkan kebijakan lebih awal dan mendorong turun yield obligasi sebagian besar negara zona euro ke rekor rendah. 

Euro anjlok hingga ke level sekitar $1.3184 pasca data Ifo dirilis, level terendah sejak September 2013. Saat ini euro diperdagangkan di sekitar level $1.3198, melemah sekitar 0.3% untuk hari ini, ditengah volume perdagangan yang lebih rendah dari biasanya akibat hari libur di London. Menggunakan bahasa yang lebih tegas dari sebelumnya, Presiden ECB Mario Draghi pada hari Jumat lalu mengatakan bahwa bank sentral siap untuk merespon dengan kebijakan yang "ada" jika laju inflasi kembali melambat. ECB akan menggelar review kebijakan selanjutnya pada tanggal 4 September nanti.
"Pasar mata uang menerjemahkan pernyataan Draghi sebagai meningkatnya peluang pembelian aset secara luas, atau quantitative easing," ucap Lutz Karpowitz, strategis mata uang pada Commerzbank. "Euro juga telah melemah ke bawah level $1.32." Investor akan menantikan data inflasi zona euro yang akan dirilis pada hari Jumat nanti, anali memperkirakan laju inflasi tahunan akan melambat menjadi 0.3% di bulan Agustus dari 0.4% di bulan Juli lalu. Angka tersebut jauh di bawah zona berbahaya ECB pada 1.0% dan targetnya untuk berada tipis di bawah 2.0%.
Citi merekomendasikan investor untuk menjual euro dengan target pada $1.3075. "Seiring mendekati tanggal 4 September, kami memperkirakan fokus pasar akan tertuju pada euro dan ECB," ucap analis Citi. "Komentar dovish terhadap inflasi dari Draghi hanya akan membuat pasar terfokus pada euro. Dari sudut pandang makroekonomi dan resiko event, fundamental mengenai laju pertumbuhan dan inflasi zona euro telah terus memburuk."

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar