Senin, 23 Januari 2017

forex  Forex

Mata Uang Asia Menguat Pada Pekan Ini Atas Outlook Fed

Jumat, 7 Maret 2014 17:00 WIB
Dibaca 654

Monexnews -

Mata uang di berbagai negara Asia mengalami pekan terbaiknya sejak September 2012, di pimpin oleh mata uang rupiah dari Indonesia dan rupee dari India, seiring munculnya tanda-tanda pemulihan ekonomi di AS yang kehilangan kecepatannya yang telah memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan perlambat pengurangan stimulus lebih lanjut.

Indeks Bloomnerg JP Morgan Asia Dollar naik sebanyak 0.8% dalam lima hari terakhir seiring meredanya kecemasan atas intervensi militer Rusia di Ukraina yang mungkin dapat mendorong konflik yang lebih luas. Perusahaan di AS menambahkan jumlah pekerja yang lebih sedikit pada bulan lalu daripada yang ekonom perkirakan, menurut laporan swasta pada tanggal 5 Maret, sedangkan angka dari pemerintah yang di rilis pada hari yang sama menunjukan pertumbuhan di industri jasa juga tidak mencapai estimasi, itu sinyalkan cuaca dingin telah menyebabkan ekonomi AS  sedang berjuang.

“Secara keseluruhan data AS lebih berikan kejutan untuk penurunan karena cuaca yang ekstrim,” kata Sim Moh Siong, seorang analis mata uang di Bank of Singapore Ltd. “Ini akan memimpin beberapa ekspektasi bahwa kemungkinan the Fed akan mengurangi sikap agresifnya terhadap tapering stimulus. Ini berikan keuntungan pada mata uang di Asia, terutama yang berikan imbal hasil tinggi seperti rupiah dan rupee. Sentimen resiko membaik seiring meredanya krisis di Ukraina.

Rupiah melonjak sebesar 1.5% pada pekan ini menjadi 11,440 per dollar pada pukul 16.08 wib, harga berdasakan dari bank lokal yang di kompilasi oleh Bloomberg. Rupee naik sebesar 1.2% menjadi 61.05. Bhat Thailand naik sebesar 0.9% menjadi 32.266 dan ringgit Malaysia menguat 0.6% menjadi 3.2578.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar