Jumat, 24 Maret 2017

breaking-news Klaim Awal Pengangguran AS naik menjadi 258K pekan lalu dari sebelumnya 243K, estimasi 240K

forex  Forex

Mata Uang Komoditas Anjlok Paska Data GDP China

Senin, 15 April 2013 16:53 WIB
Dibaca 836

Monexnews -

Mata uang berisiko berada dalam tekanan signifikan di hari pertama perdagangan pekan ini setelah data GDP Q1 China dirilis mengecewakan dibawah ekspektasi sehingga meningkatkan ketakutan pelambatan ekonomi global.

Laporan GDP China hanya tumbuh 7.7% vs estimasi 8.0%, dimana melambatnya GDP tersebut sebagian besar disebabkan oleh tingkat konsumsi yang masih lemah seiring pelambatan investasi di sektor property dan pengetatan kondisi kredit oleh pemerintah. Berita ini juga turut menekan pairing USDJPY dibawah 98.00, sehingga pelemahan cross rate Yen juga menyeret EURUSD dan GBPUSD lebih lemah, namun mata uang yang paling terkena imbasnya adalah mata uang Aussie yang rontoh dibawha support 1.0450 sejauh ini menguji support kunci 1.0400.

Terdapat spekulasi bahwa data ekonomi China akan terus melemah sepanjang tahun ini, bila dikombinasi dengan melesetnya data ekonomi AS dibawah ekspektasi, maka proyeksi pertumbuhan global tahun ini berpeluang untuk direvisi lebih rendah.

Alhasil, Aussie yang menjadi barometer sentimen risk appetite bereaksi negatif akibat kekhawatiran pelambatan ekonomi global ini, searah dengan koreksi tajam di komoditas Emas, Perak dan Minyak. Jika sentimen risk aversion ini berlanjut di sesi Wall Street, maka bukan tidak mungkin pairing AUDUSD akan tembus dibawah 1.0400 untuk menguji support selanjutnya di kisaran 1.0350.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar