Minggu, 26 Maret 2017

forex  Forex

Mata Uang Komoditas Melemah Menjelang Data China

Selasa, 23 September 2014 8:23 WIB
Dibaca 589

Monexnews -

Mata uang negara-negara pengekspor komoditas pertahankan penurunannya dari kemarin sebelum di rilisnya laporan swasta yang di perkirakan akan menunjukkan manufaktur China stagnan, itu menambahkan tanda-tanda dari kemerosotan dalam negara konsumen bahan mentah terbesar di dunia.

Dollar Australia berada 0.2% di atas level terendah tujuh bulan terhadap greenback, sementara itu surat utang nasional naik untuk hari kedua menjelang bank sentral akan merilis pandangan stabilitas keuangan mereka besok. Dollar Selandia Baru pertahankan penurunannya selama dua hari seiring laporan swasta menunjukkan tingkat kepercayaan petani turun ke level terendah dua tahun. Euro pertahankan kenaikannya dari kemarin sebelum data yang mungkin menunjukkan pertumbuhan manufaktur melambat, sementara laporan dari AS kemungkinan akan menunjukkan ekspansi pabrik berakselerasi.

"Aussie akan terus melemah jika data China yang dirilis hasilnya lemah,' kata Raiko Shareef, seorang analis mata uang di Bank of New Zealand Ltd. "Yang kemungkinan akan menambah pelemahan adalah jika indeks manufaktur di Eropa dan AS juga melemah."

Dollar Aussie pada pagi ini di perdagangkan di level $0.8871 pada pukul 08.22 wib dari $0.8873 kemarin, ketika Aussie menyentuh level 0.8853, itu adalah level terendah sejak 4 Februari.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar