Senin, 27 Maret 2017

forex  Forex

Mata Uang Safe Haven Diminati Investor

Senin, 27 Januari 2014 17:27 WIB
Dibaca 1850

Monexnews - Mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss sangat diminati pada hari Senin seiring aksi jual pada pasar negara berkembang berlanjut, dengan dollar yang menguat akibat ekspektasi adanya lanjutan pemangkasan stimulus moneter oleh Federal Reserve pekan ini. "Mata uang negara berkembang masih rentan terkena aksi jual jika the Fed melanjutkan tapering dan hal tersebut akan menguatkan nilai tukar dollar," ucap Jane Foley, strategis mata uang senior pada Rabobank. "Terhadap yen, ada minat yang besar terhadap yen, sehingga mungkn dollar akan melemah terlebih dahulu sebelum dapat bangkit lagi."

Mata uang negara berkembang (EM) mulai dari Turki hingga Argentina ditinggalkan investor pekan lalu, membuat investor semakin cemas bahwa guncangan pada pasar dapat mengakibatkan krisis keuangan yang parah. Sebagian aksi jual tersebut juga disebabkan oleh faktor domestik. Di Turki, kecemasan politik memiliki dampak negatif pada pasar, sementara Argentina melepaskan dukungannya terhadap peso pada pasar terbuka pekan lalu, mendorong peso untuk mencetak pelemahan paling tajam sejak krisis keuangan tahun 2002.

Kecemasan yang ada saat ini adalah kebijakan moneter AS yang kurang akomodatif akan memicu peralihan dana kembali menuju Amerika Serikat dari negara berkembang. Ditambah oleh mengetatnya kondisi kredit di China seiring pemerintah mencoba membatasi tingkat pertumbuhan pinjaman beresiko tinggi meningkatkan kecemasan adanya perlambatan pada negara penggerak perekonomian Asia.

Mitul Kotecha, kepala strategis mata uang asing pada Credit Agricole di Hong Kong, mengatakan risk aversion akan tetap marak dalam waktu dekat. "Kita harus melihat sentiment resiko membaik, namun juga harus melihat adnaya kenaikan pada yield obligasi AS agar pasangan dollar/yen dapat naik tajam," tambah Kotecha.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar