Monexnews - Greenback tumbang ke posisi terendah 4-bulan versus Euro dan terendah 1-bulan versus Yen pasca data Non Farm Payrolls AS yang lebih lemah dari ekspektasi memicu kembali spekulasi pelonggaran kuantitatif lebih lanjut oleh Federal Reserve. Para investor juga menggunakan data bulan Agustus ini untuk mempertimbangkan apakah Fed akan meluncurkan QE3 setelah pertemuan kebijakan hari Kamis mendatang.
Non Farm Payrolls hanya tumbuh 96.000 sepanjang bulan lalu, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat. Sedangkan berkurangnya pencari kerja telah menekan tingkat pengangguran menjadi 8,1% dari sebelumnya 8,3%. Lemahnya data pekerjaan AS telah menambah tekanan bagi Presiden AS Barack Obama menjelang pemilu bulan November, dimana kesehatan ekonomi berpotensi menjadi isu utama yang mengganjal rencana pencalonan kembali dirinya.
"Lemahnya data pekerjaan, upah, jam kerja dan partisipasi mungkin telah melengkapi alasan Fed untuk meluncurkan putaran baru pelonggaran kuantitatif," kata Joseph Trevisani, kepala analis pasar pada Worldwide Markets di Woodcliff Lake, New Jersey. "QE mungkin dapat mendongkrak saham, melukai Dollar dan hanya sedikit membantu ekonomi. Tapi apa lagi yang Fed bisa lakukan saat ini?"
Sebelum rilis data pekerjaan AS, respon positif para investor terhadap rencana pembelian obligasi European Central Bank yang diumumkan hari Kamis telah mendorong Euro lebih tinggi. Yield surat hutang Spanyol bertenor 10-tahun turun di bawah 6% untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara imbal hasil Italia juga memperlihatkan pergerakan serupa. (vid)

Komentar