Minggu, 23 Juli 2017

forex  Forex

NZD Bangkit dari Tekanan 'Bakteri' Fonterra

Selasa, 6 Agustus 2013 10:20 WIB
Dibaca 547

Monexnews - Konsumen pangan Asia dan pelaku pasar keuangan dunia pekan ini dikejutkan oleh kabar ditemukannya kandungan bakteri dalam produk buatan Fonterra Group. Beberapa produk dari perusahaan asal New Zealand yang diekspor ke China diduga mengandung bakteri yang bisa menyebabkan keracunan.

Fonterra merupakan penyedia produk turunan susu terbesar dunia. Perusahaan ini memiliki pangsa pasar nyaris mencapai seluruh penjuru benua, dengan produk andalan berupa susu formula dan minuman kemasan. Pihak direksi akhir pekan lalu mengumumkan bahwa tiga jenis zat protein dalam produknya positif mengandung bakteri Clostridium yang rentan memicu keracunan bagi konsumennya. Sebagai penyuplai bahan dasar susu bagi banyak perusahaan, Fonterra mengirimkan susu alami ke pihak produsen berbagai produk turunan seperti yoghurt dan minuman ringan. Oleh karena itu, pereseroan mengantisipasi adanya permintaan dari mitra dagang mereka untuk menarik kembali bahan dasar susu yang sudah dikirimkan.

"Kami sudah memberitahukan temuan kami kepada pihak perusahaan rekanan dan mereka diminta melakukan investigasi dalam produk yang sudah dibuat," demikian pernyataan resmi Fonterra. Apabila perusahaan pemakai bahan dasar susu menemukan juga adanya bakteri Clostridium, maka mereka berhak meminta penggantian kepada Fonterra. Hingga saat ini sudah ada 3 rekanan besar yang melakukan pengujian tersebut dan ketiganya menyatakan tidak mendapati adanya bakteri yang dimaksud. "Tim kesehatan kami telah bekerjasama dengan Coca Cola, Wahana dan Vitaco dan berbagi cara pemrosesan produk untuk menangkal penyebaran bakteri dalam protein," ujar Gary Romano, Direktur Pelaksana Produksi Susu Fonterra.

Namun demikian, pemerintah China sudah resmi menghentikan seluruh ekspor produk susu dari New Zealand dan Australia demi melindungi warganya dari ancaman bakteri. Hal itu diakui oleh Menteri Perdagangan Tim Groser dalam siaran televisi Minggu kemarin. Namun kementerian perdagangan menyebut embargo China hanya bersifat sementara dan pihak Beijing sedang memperketat inspeksi dan pengawasan segala produk impor susu sampai segala sesuatunya lebih jelas. "China belum menutup pasar bagi produk susu New Zealand, namun sedang mempelajari jenis produk (Fonterra) apa saja yang tidak diizinkan masuk," tegas Groser.

Eskalasi isu bakteri protein dalam produk Fonterra berbalik menjadi sentimen besar di pasar keuangan beberapa hari terakhir. Nilai tukar Dollar New Zealand melemah drastis sejak berita itu pertama kali mencuat pekan lalu. Aset berbasis negara ini memang sempat dijauhi oleh investor karena peran Fonterra sebagai parameter ekonomi nasional memang cukup besar. Selain membuka ribuan tenaga kerja di banyak negara, perseroan adalah motor penggerak sektor produksi susu, yang berkontribusi sebanyak 3% terhadap total GDP New Zealand. Khusus untuk produk yang diduga mengandung bakteri, beberapa negara selain China amemang sudah lama menjadi pelanggan setia yakni Australia, Malaysia, Arab Saudi, Thailand dan Vietnam.

Menurut hasil penelitian historis, keracunan akibat bakteri protein bisa berujung fatal, yang diawali dengan demam selama 36 jam sejak pertama kali konsumsi. Infeksi parah dapat berakibat pada paralysis dan masalah pernafasan sebagaimana hasil penelitian U.S. National Institutes of Health. Belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan dan negara importir tentang jenis produk apa saja yang harus dijauhi oleh konsumen. Hanya China yang sudah secara jelas menghentikan pengiriman segala produk susu dari wilayah Oseania.

Nilai tukar NZD/USD sempat melemah awal pekan ini di tengah isu kontaminasi produk Fonterra yang dikirimkan ke negara China. Pelaku pasar panik dan langsung melakukan aksi jual dalam beberapa sesi terakhir sehingga kurs Kiwi Dollar terus anjlok. Kondisi berbalik positif hari Senin siang pasca pernyataan tegas Fonterra, yang siap menarik produknya apabila memang tercemar oleh bakteri. "Aksi berlebihan pelaku pasar mulai reda dan nilai tukar kembali pada jalurnya," demikian ujar Ahli Strategi Mata Uang dari Westpac, Imre Speizer, kemarin. Speizer menyebut NZD berpeluang menguat lagi jika eskalasi berita terus positif atau tidak berubah. Pasangan forex/dollar-kuat-jelang-putusan-the-fed.htm">mata uang New Zealand terhadap valuta Amerika Serikat kini terpantau pada level 0.7834 atau pulih dari level rendah Senin pagi, 0.7725.


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar