Monexnews - Hingga sesi siang di awal pekan (Senin, 03/09) dollar AS (USD) nampak masih terpuruk di area terendah dalam 8-pekan terhadap Euro pasca pidato pimpinan Federal Reserve AS Bernanke akhir pekan lalu yang masih tetap membuka peluang terhadap kebijakan pelonggaran moneter lebih lanjut guna merangsang kembali pertumbuhan.
Terkait pelemahan USD tersebut, mata uang tunggal Euro nampak masih stabil bahkan mampu membatasi koreksi lebih lanjut dengan berkisar di area $1.2580-an setelah beranjak naik dari $1.2555 di awal sesi.
Euro sendiri terkoreksi lantaran menyusutnya optimisme sebagian pelaku pasar setelah pernyataan Bernanke tidak memberikan sinyal spesifik atas langkah stimulus dalam waktu dekat. Bahkan Bernanke nampak masih terbagi berkenaan peluncuran QE3 pada pertemuan berikutnya bulan September ini.
Berbicara pada simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming, Amerika Serikat (AS), Gubernur the Fed – Ben Bernanke menekankan bahwa ekonomi AS kini tengah menghadapi tantangan "menakutkan", dan dikatakan bahwa tingginya tingkat pengangguran telah menjadi "perhatian serius" para pembuat kebijakan. Sehingga hal itu memerlukan tindakan dari the Fed untuk menyelamatkan proses pemulihan. Namun sekali lagi, Bernanke tidak secara eksplisit mensinyalkan sebuah tindakan segera.(Dar)

Komentar