Jumat, 26 Mei 2017

forex  Forex

Pelemahan Yen Picu Kembali Isu 'Currency Wars'

Jumat, 31 Oktober 2014 14:00 WIB
Dibaca 1903

Monexnews - Isu 'currency wars' atau perang mata uang kembali mengemuka di akhir bulan Oktober. Pelemahan tajam mata uang Yen berpotensi menjadi pemicu terjadinya lomba pelemahan valuta antar negara. 

Menurut lembaga keuangan HSBC, perang mata uang kembali memanas setelah Yen Jepang anjlok tajam beberapa jam terakhir. Kebijakan stimulus agresif yang dirilis oleh pemerintahnya kian membuat Yen tidak menarik di mata investor. Sementara di saat yang sama, pelaku bisnis dan keuangan menilai Bank Sentral Jepang sengaja memperlonggar sabuk moneter agar kurs domestik merosot tajam. Dengan demikian, tidak hanya laju inflasi yang meningkat namun juga potensi pendapatan eksportir yang berbisnis di luar negeri. Nilai tukar Euro diprediksi ikut menguat dalam waktu dekat karena Bank Sentral Eropa sedang bersiap memberlakukan kebijakan moneter longgar.

Seperti diberitakan beberapa saat lalu, nilai tukar Yen turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir terhadap Dollar setelah Bank of Japan (BOJ) secara tak terduga menambah jumlah stimulus moneternya. BOJ menyuntik stimulus moneter dari 70 triliun Yen menjadi 80 triliun yen ($726 miliar) per tahun. Langkah ini di luar prediksi 29 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg bulan Oktober. Yen langsung anjlok 1,3% ke 110.60 per Dollar pada pukul 12.38 WIB dan sempat menyentuh level 110.68 atau posisi terendah sejak 2008.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

vincent 31 Oktober 2014
"Nilai tukar Euro diprediksi ikut menguat dalam waktu dekat karena Bank Sentral Eropa sedang bersiap memberlakukan kebijakan moneter longgar."

kebijakan moneter , bisa menguatkan mata uang ???