Minggu, 24 September 2017

forex  Forex

Pemangkasan Bunga RBA Terkendala Faktor Kurs

Selasa, 28 Mei 2013 13:24 WIB
Dibaca 742

Monexnews - Penurunan aktivitas ekonomi dan berakhirnya periode 'booming' komoditi membuat Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga acuan pada pertemuan terakhirnya. Banyak pihak berkeyakinan akan adanya pemangkasan susulan dalam waktu dekat, namun bank sentral punya alasan lain untuk menjaga interest rate di posisinya saat ini untuk sementara waktu.

Nilai tukar Dollar Australia (AUD) sudah anjlok sebanyak 8% terhadap Dollar Amerika dari level tertingginya di bulan April lalu. Kinerja kurs domestik yang kurang bagus dapat menyurutkan rencana penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Asumsi tersebut diutarakan oleh Paul Bloxham, Chief Economist untuk Australia and New Zealand Bank kepada CNBC beberapa saat lalu. "Titik perhatian RBA sekarang adalah soal nilai tukar, dan bank sentral tidak akan nyaman jika nantinya AUD melemah lagi pasca pemangkasan bunga," urainya.

Dua pekan lalu, Aussie masih kuat dia atas level paritas (1:1) sebelum akhirnya tergerus oleh penguatan Dollar. Kondisi bahkan diperburuk oleh indikasi penurunan ekonomi China dan merosotnya harga komoditi. RBA sendiri telah memangkas suku bunga sebanyak total 200 basis poin sejak akhir tahun 2011 guna memudahkan aktivitas pelaku bisnis dan konsumen. Mengingat selama ini pihak eksportir terkendala oleh memburuknya daya saing produk di luar negeri, sementara sektor pertambangan juga sedang lesu. Atas dasar itulah, RBA bisa jadi tidak ingin melanjutkan pemangkasan bunga karena kurs Aussie berpeluang turun lebih rendah lagi.

Nilai tukar AUD sudah melemah 5.6% sejak RBA memangkas bunga seperempat persen ke level rendah 2.75% pada 7 Mei. AUD/USD terpantau di kisaran 0.96 pada hari Selasa ini dan mengarah ke level terendah dalam 11 bulan terakhir yang tertembus pekan lalu, 0.9592. Sentimen terhadap Dollar Australia berbalik bearish bulan ini sehingga beberapa pengamat memperkirakan depresiasi maksimal sampai 0.80 per Dollar. Pun demikian, kurs rendah itu masih lebih tinggi 22% dibandingkan empat tahun silam. "Pemotongan suku bunga bulan Mei terjadi karena otoritas cemas dengan efek dari nilai tukar kuat terhadap perekonomian," ujar Kathy Lien, Managing Director BK Asset Management. Sekarang Aussie sudah turun 8% dari high bulan April, dan menurut Lien RBA harus benar-benar mempertimbangkan efek negatifnya apabila mereka malakukannya lagi.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar