Senin, 24 Juli 2017

forex  Forex

Penguatan Rupiah Bisa Tereduksi Di Tengah Rintangan Perdagangan Indonesia

Selasa, 18 Februari 2014 9:01 WIB
Dibaca 752

Monexnews -

Mata uang Indonesia, Rupiah, berada pada jalur untuk hentikan penguatannya terhadap mata uang global yang berlangsung pada pekan lalu, di tunjukan dalam pola perdagangan, di tengah kecemasan atas pelarangan ekspor komoditas yang akan menggerakan neraca perdagangan kembali ke zona merah.

Mata uang Indonesia telah menguat sebesar 3.3% sejak 10 Februari menjadi 11,785 per dollar kemarin, mengirim indikator relative-stength index (RSI) ke level 24, level terlemah sejak Mei 2011. Pembacaan di bawah 30 menunjukkan kemungkinan perubahan tren. Rupiah juga menembus indikator Bollinger band seiring rupiah naik ke level tertinggi dalam tiga pekan pada pekan ini, menambahkan tanda-tanda bahwa reli mungkin akan kewalahan.

Surplus neraca perdagangan bulan Desember adalah yang terbesar lebih dari dua tahun dan membantu memperkecil defisit current account yang mana itu telah memacu keluarnya dana dari aset Indonesia di tahun 2013, ketika mata uang melemah sebesar 21 %. Indonesia melarang pengiriman bijih besi yang belum di proses pada bulan lalu untuk mendorong investasi smelter dan kilang di dalam negeri, kebijakan tersebut kata Nomura Holdings Inc. dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. akan menjadi beban pada ekspor yang mana telah mendistorsi  angka perdagangan pada akhir tahun lalu.

“Hanya ada sedikit ruang untuk rupiah menguat karena rupiah sudah menguat terlalu banyak,” kata Leong Sook Mei, kepala analis riset Asia tenggara di Bank of Tokyo-Mistubsihi di Singapura. “Kualitas dari perbaikan current account Indonesia masih belum terjaga. Dan tentu kita masih miliki resiko pada pemilu.”

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar