Sabtu, 27 Mei 2017

forex  Forex

Penurunan Terlalu Tajam, Euro Rebound

Senin, 11 November 2013 22:16 WIB
Dibaca 439

Monexnews - Euro diperdagangkan menguat untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir akibat spekulasi penurunan yang terjadi pekan lalu terlalu berlebihan. Euro mulai anjlok setelah European Central Bank secara mengejutkan memangkas suku bunga ke rekor terendah menjadi 0,25%, akibat melambatnya inflasi di zona Euro. Kinerja euro diperburuk dengan diturunkannya rating kredit Perancis dari AA+ menjadi AA oleh Standard & Poor’s.

Hal berbeda terjadi pada dollar, yang mendapat dukungan dari data-data ekonomi AS. Data GDP AS pada kuartal ke-3  dirilis 2,8% lebih tinggi dari perkiraan sebesar 2,0%, dan dari kuartal sebelumnya 2,5%. Diperkuat dengan data non-farm payrolls AS untuk bulan Oktober dirilis sebesar 204.000 lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 125.000, dan dari bulan sebelumnya yang direvisi naik sebesar 163.000. Data-data tersebut memicu spekulasi Federal Reserve akan mulai mengurangi stimulus moneter pada bulan Desember.

“Meskipun data tenaga kerja AS bagus, dan ECB memangkas suku bunga, namun faktor teknikal memperlihatkan euro seharusnya menguat terlebih dahulu” kata Marc Chandler, chief currency strategies di Brown Brothers Harriman & Co. 

EURUSD saat ini diperdagangkan pada kisaran 1.3399 dengan level terendah harian 1.3343, dan tertinggi 1.3411. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar