Monexnews - Dollar Australia terlempar dari level tertinggi 1-minggu versus mata uang AS pada hari Jumat pasca rilis sebuah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi China yang lebih lambat dari perkiraan ekonom, sehingga memicu kekhawatiran akan berkurangnya permintaan ekspor dari mitra dagang terbesar Australia tersebut.
Aussie juga diperdagangkan melemah terhadap 16 mata uang mitra dagang utama di tengah spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia akan memangkas suku bunga guna menopang perekonomian.
"Pasar terkejut," kata Sue Trinh, analis valas senior pada Royal Bank of Canada di Hong Kong, terkait rilis GDP China. "Selanjutnya pasar akan mengawasi setiap perkembangan spekulasi tentang pelonggaran kebijakan moneter oleh otoritas China, yang setidaknya akan dapat membantu untuk mencegah retracement lebih dalam pada Aussie."
Biro Statistik Nasional di Beijing pada hari Jumat melaporkan jika GDP China berekspansi 8,1% sepanjang 3 bulan pertama tahun 2012 dari tahun sebelumnya. Level terlemah dalam hampir 3 tahun tersebut juga gagal mengimbangi ekspektasi pertumbuhan 8,4% dari para ekonom. (vid)

Komentar