Senin, 24 Juli 2017

forex  Forex

Perlambatan Inflasi Picu Kecemasan Aussie

Rabu, 24 April 2013 17:46 WIB
Dibaca 597

Monexnews - Data inflasi harga konsumen yang lebih lambat dari perkiraan telah mengecewakan Dollar Australia, karena menjaga peluang bagi Reserve Bank of Australia untuk menurunkan tingkat suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya. Sempat terperosok hingga ke kisaran $1.0230, mata uang yang sering disebut Aussie ini secara perlahan mampu bangkit untuk kembali diperdagangkan di sekitar level pembukaan hari Rabu.

Inflasi harga konsumen inti di Australia dilaporkan tumbuh 0,4% sepanjang kuartal pertama tahun ini, dengan kenaikan terbatasi oleh penurunan biaya untuk perjalanan, buah-buahan dan furniture, menurut Biro Statistik Australia. Hasil tersebut masih lebih lemah dari ekspektasi pertumbuhan 0,5% dari para ekonom. Pada laju tahunan, inflasi harga konsumen juga mencatat kenaikan yang dibawah ekspektasi, dengan tumbuh 2,5% dari tahun lalu. Pemerintah Australia menetapkan target inflasi pada kisaran 2% sampai 3%.

"Laporan inflasi kuartal pertama telah mengejutkan sebagian pasar, yang mempertegas melambatnya prospek inflasi dan memberikan cukup ruang bagi bias pelonggaran RBA," kata ekonom senior RBC , Su-Lin Ong.

Sebelumnya RBA telah melakukan serangkaian pemangkasan yang bertujuan untuk melindungi perekonomian domestik dari dampak perlambatan pertumbuhan global. Namun tingkat suku bunga acuan yang lebih rendah bisa membuat Dollar Australia menjadi kurang menarik di mata investor, mengingat penurunan suku bunga cenderung akan menekan imbal hasil obligasi negara. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar