Kamis, 25 Mei 2017

forex  Forex

Pernyataan Anggota Fed Positifkan Rupiah

Selasa, 19 November 2013 11:03 WIB
Dibaca 618

Monexnews -

Mata uang rupiah naik ke level tertinggi dalam sepekan dan obligasi menguat setelah pejabat Federal Reserve isyaratkan stimulus moneter yang telah memicu permintaan untuk aset-aset di pasar berkembang mungkin akan di pertahankan.

Presiden bank Fed New York William C. Dudley, kemarin mengatakan bhawa pertumbuhan AS belum cukup kuat untuk memacu perbaikan yang di perlukan di pasar kerja. Hasil minutes pertemuan Federal Open Market Committee pada tanggal 29-30 Oktober yang akan dirilis pada pekan ini, mungkin akan berikan investor gambaran yang jelas pada kapan pembuat kebijakan akan mulai kurangi stimulus yang sebesar $85 milyar/bulan. Pemulihan dalam defisit neraca berjalan Indonesia gagal untuk hindari penurunan rupiajh yang menuju penurunan bulanannya.

“Dollar melemah pada pernyataan dovish dari the Fed, yang mengurangi beberapa tekanan pada rupiah, namun itu semua masih sangat tidak pasti,” kata Andy Ji, analis di Commonwealth Bank of Australia di Singapura.”Rupiah akan masih akan berada di bawah tekanan depresiasi seiring penyempitan dalam defisit neraca berjalan masih sangat sedikit.”

Rupiah dalam perdagangan non-deliverable forwards menguat sekitar 0.5% menjadi 11.4223 per dollar pada pukul 09.51 WIB dan sebelumnya mencapi 11.365, level tertinggi sejak 8 November, data di sajikan oleh Bloomberg. Kontrak yang di perdagangkan 1.7% lebih kuat dari harga spot, yang naik sekitar 0.1% menjadi 11.620 per dollar, harga di ambil dari bank lokal.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar