Kamis, 21 September 2017

forex  Forex

Pound Melemah Vs. Euro Setelah Perilisan Data Kerja

Rabu, 14 Mei 2014 16:20 WIB
Dibaca 552

Monexnews -

Pound menghapus penguatannya yang sempat membawanya ke level terkuat dalam 16 bulan terhadap euro dan imbal hasil obligasi pemerintah naik setelah klaim tunjangan pengangguran berada di bawah estimasi ekonom di bulan April.

Imbal hasil obligasi pemerintah yang bertenor dua tahun turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan seiring dalam data terpisah menunjukkan earnings mingguan naik pada laju yang lebih lambat dari yang ekonom perkirakan dalam periode tiga bulan sampai bulan Maret. Gubernur Bank of England Mark Carney akan melaporkan laporan inflasi kuartalan yang termasuk perkiraan ekonomi pada hari ini di tengah para investor sedang menunggu sinyal dari kapan di naikannya biaya pinjaman setelah pedoman kebijakan kedepan darinya tentang suku bunga sebelumnya, pernah di gugurkan dalam penurunan tingkat pengangguran.

“Sterling tidak menyukai hasil data tersebut,” kata Peter Kinsella, seorang analis mata uang senior di Commerzbank AG di London. “Data earnings hasilnya mengecewakan. Itu dapat berikan Bank of England alasan agar mereka perlu untuk menahan suku bunga untuk waktu yang lebih lama daripada yang orang-orang anggap perlu.”

Pound saat ini bergerak di kisaran 0.8155 per euro pada pukul 16.16 wib, setelah terapresiasi ke 0.8127, yang merupakan level terkuat sejak 7 Januari 2013. Sterling di perdagangkan di kisaran $1.6817 setelah terapresiasi ke $1.6996 pada tanggal 6 Mei, yang merupakan level tertinggi sejak Agustus 2009.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar