Monexnews - Dollar AS anjlok secara luas pada hari Kamis, menyentuh level terendah 4-bulan versus Euro pasca Federal Reserve mengumumkan putaran baru stimulus moneter guna mendongkrak perekonomian AS.
Seiring perubahan kebijakan moneter yang signifikan tersebut, Fed mengatakan akan membeli $40 milyar hutang hipotek setiap bulan dan aset lainnya sampai pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Sebuah babak baru pembelian obligasi, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif atau QE, akan kian membebani Dollar karena hal tersebut sama saja dengan mencetak lebih banyak uang.
"Dengan diluncurkannya QE3, reaksi spontan untuk menjual Dollar merupakan langkah yang tepat," kata Omer Esiner, kepala analis pasar pada Commonwealth Foreign Exchange di Washington D.C. "Saya masih belum dapat memperkirakan seberapa dalam Dollar akan terjatuh, mengingat sebagian pelaku pasar telah mengantisipasi keputusan tersebut sebelumnya."
Dalam 2 putaran QE sebelumnya, Fed telah menggelontorkan sekitar $2,3 trilyun untuk membeli obligasi sebagai upaya menekan tingkat suku bunga jangka panjang. Tingkat suku bunga yang lebih rendah diharapkan akan dapat mendorong investasi bisnis dan perumahan di AS.
Katalis positif bagi Euro juga datang dari hasil pemilu di Belanda, dimana partai-partai pro-Eropa berhasil mengalahkan koalisi partai-partai radikal. Hasil tersebut mampu meredakan kecemasan bahwa pihak anti-Euro akan menguasai salah satu negara utama di blok tersebut. (vid)

Komentar