Rabu, 25 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

forex  Forex

Reduksi Stimulus Memudar, USD Kian Terpuruk

Jumat, 7 Juni 2013 13:29 WIB
Dibaca 897

Monexnews - Dollar AS (USD) nampak kian terpuruk ke zona degradasi di perdagangan akhir pekan (Jumat, 7/6) seiring merebaknya optimisme di kalangan investor bahwa Federal Reserve AS (the Fed) kemungkinan belum akan mengurangi stimulus moneter dalam waktu dekat ini.

Terhadap yen, hari ini USD tergerus hingga level 95.53 setelah akhirnya kembali stabil ke area 96.40. Sedangkan indeks dollar sendiri merosot hingga ke kisaran 81.49 setelah pada sesi Kamis kemarin terpuruk hingga 81.07.

Serangkain petinggi the Fed telah mengisyaratkan keinginan nya untuk mengurangi stimulus jika kondisi sektor tenaga kerja terus membaik. Namun, data tenaga kerja ADP dan klaim pengangguran AS menunjukan masih rapuhnya sektor ketenaga kerjaan negeri itu. Bahkan para investor nampak skeptis dengan data Non-farm payrolls AS (NFP) nanti malam bisa menunjukan keberlanjutan pemulihan pasar tenaga kerja pada perekonomian terbesar di dunia tersebut.

Pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta Amerika yang di rilis hari Rabu lalu (5/6), muncul lebih rendah dari ekspektasi. Angka ADP National Employment menunjukkan sektor swasta AS hanya menciptakan 135.000 tenaga kerja di bulan Mei, lebih rendah dari perkiraan 165.000. Laporan tersebut langsung menghembuskan kembali kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS.

Data sebelumnya juga menunjukkan angka defisit perdagangan bulan April 2013 membengkak hingga US$ 40,3 miliar, dari sebelumnya US$ 3,2 miliar di bulan Maret. Buruknya angka itu mencerminkan bahwa perdagangan luar negeri tidak akan kuat mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun 2013 ini.

Maka bila mengacu pada data-data ekonomi yang lemah tersebut, nampak bahwa stimulus masih diperlukan guna menopang pemulihan. Hal senada juga telah disampaikan dalam pernyataan resmi terakhirnya dari Pimpinan the Fed – Ben Bernanke yang menegaskan bahwa program stimulus moneter dengan membeli surat-surat utang masih akan terus dijalankan bahkan hingga tingkat pengangguran nasional menurun sampai level 6 s/d 6.5 persen dan inflasi sesuai target yang kondusif.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar