Monexnews - Poundsterling diperdagangkan menguat terhadap Greenback pada hari Kamis setelah data AS yang lemah kembali memicu spekulasi stimulus tambahan dari Federal Reserve. Kuatnya permintaan dari korporasi dan investor Timur Tengah juga turut menopang Cable, kendati tersisanya kecemasan bahwa ekonomi Inggris akan terluka oleh krisis zona Euro tetap membuat para investor waspada dalam mengoleksi Sterling.
Kondisi tersebut juga telah meningkatkan peluang bahwa Bank of England akan cenderung memilih memperlonggar kebijakan guna menangkal dampak negatif krisis hutang, yang menurut sejumlah pelaku pasar akan beresiko menenggelamkan kembali Sterling ke posisi terendah awal bulan ini di $1.5268.
"Posisi short Sterling di pasar tidaklah sebesar Euro. Namun dengan lemahnya data ekonomi dan kemungkinan pelonggaran kebijakan lebih lanjut dari BoE, saya pikir kita akan segera melihat koreksi yang lebih dalam," kata analis mata uang Societe Generale, Kit Juckes.
Lemahnya serangkaian data Inggris terbaru telah mendorong semakin banyak analis untuk mempertimbangkan kemungkinan ekspansi QE lebih lanjut dari BoE, yang mereka perkirakan akan diluncurkan paling cepat pada bulan depan. (vid)

Komentar