Rabu, 29 Maret 2017

breaking-news Indeks Kepercayaan Konsumen AS melonjak ke 125.6 di bulan Maret, melampaui estimasi 114.0

forex  Forex

Ruble Dihantui Ancaman 'Junk' Lembaga Rating

Kamis, 25 Desember 2014 11:28 WIB
Dibaca 570

<span style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Kurs mata uang Ruble kemarin akhirnya stabil terhadap US Dollar karena 'bantuan' perusahaan eksportir yang menjual mata uang asingnya ke pasar. Eksportir ramai-ramai melepas cadangan forex-nya untuk merespon ancaman lembaga rating yang ingin memangkas rating kredit Rusia ke status 'junk'.

Ruble akhirnya mampu bergerak stabil hingga hanya mengalami koreksi sekitar 0,3% per Dollar di level 54.65. Sementara terhadap Euro, mata uang Rusia itu kehilangan 0,6% di kisaran 66.85. Dalam beberapa pekan terakhir Ruble memang bermanuver liar terhadap mata uang utama dunia dengan rekor pergerakan harian mencapai 10% atau fluktuasi terbesarnya sejak krisis 1998.

Seperti diberitakan sebelumnya, kombinasi antara embargo blok barat dan penurunan harga minyak dunia membuat perusahaan-perusahaan di Rusia terancam gulung tikar. Pelemahan Ruble menjadi biang keladi kelesuan bisnis di tahun 2015, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang berbasis ekspor. Alasan itu pula yang mendorong agensi Standard & Poor's untuk menyematkan outlook kredit 'negatif' kepada Rusia hari Selasa kemarin. Apabila tidak ada perubahan berarti, rating negara itu kemungkinan besar jatuh ke status 'junk' atau sampah di bulan Januari 2015. "Rusia telah kehilangan ruang gerak di sektor moneternya," ulas S&P dalam laporannya.

Ancaman S&P merupakan sinyal bagi investor untuk menarik uangnya dari Rusia sehingga tekanan terhadap Ruble belum akan terhenti. Tidak hanya itu, beberapa perusahaan juga terancam bangkrut karena beban hutang berdenominasi Dollar dan Euro-nya jadi membengkak.

Sebagian besar hutang luar negeri perusahaan asal Rusia ditanggung dalam bentuk Dollar dan Euro. Oleh karena itulah beban pembayaran hutang jadi membengkak karena kurs Ruble konsisten merosot belakangan ini. Apabila kondisi tidak juga membaik, banyak pengusaha diprediksi bangkrut tahun depan karena uangnya habis hanya untuk membayar hutang.

Untuk menolong pengusaha dari beban hutang luar negerinya, Bank of Russia kemarin mengumumkan bantuan finansial berupa pinjaman lunak. Penghutang Rusia bisa meminjam uang Dollar dan Euro kepada bank sentral untuk melunasi hutangnya. Sebagai timbal balik, mereka harus menyerahkan aset hutang luar negerinya untuk dijadikan agunan.

Pemerintah Moskow memang memiliki batasan minimal hutang luar negeri. Namun tidak demikian halnya dengan pelaku bisnis dan BUMN yang beroperasi dalam skala internasional. Jika ditotal, BUMN, bank dan perusahaan swasta asal Rusia memendam hutang luar negeri sekitar $600 miliar dan $100 miliar di antaranya akan jatuh tempo tahun depan.

Di sisi lain, pemerintah tidak bisa menolong pelaku usaha tersebut via kebijakan moneter dengan menjual Dollar. Pasalnya cadangan devisa dan emas negara itu sudah berkurang dari $510 miliar (awal 2014) menjadi $414 miliar. Devisa berkurang karena bank sentral menjualnya ke pasar sejak bulan Juni lalu demi membendung pelemahan Ruble.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar