Sabtu, 22 Juli 2017

forex  Forex

Rupiah Cemaskan Defisit Neraca Berjalan

Jumat, 25 April 2014 11:18 WIB
Dibaca 687

Monexnews - Rupiah Indonesia sedang menuju penurunan mingguan terbesar sejak bulan November seiring investor menanti petunjuk mengenai bentuk pemerintahan selanjutnya di tengah kecemasan bahwa defisit neraca berjalan akan melebar. Redward Associates Ltd., perusahaan riset di Auckland, pekan ini mengatakan memperkirakan defisit melebar hingga 8.8 milyar dollar kuartal ini, dari 4.02 milyar dollar pada kuartal terakhir tahun 2013. Gubernur Jakarta Joko Widodo, calon presiden yang diunggulkan yang juga dikenal sebagai Jokowi, kemarin mengatakan telah mempersempit pilihan untuk calon wakil presiden untuk mendampinginya menjadi 2 atau 3 orang, namun menolak untuk memberikan keterangan lebih rinci.

“Rupiah sedang berada dalam jalur pelemahan, namun mungkin tidak akan kembali menembus ke atas level 12,000,” ucap Saktiandi Supaat, kepala riset mata uang asing pada Malayan Banking Bhd. Di Singapura. “Pasar ingin melihat siapa partner Jokowi dan langkah mereka terhadap perekonomian, kebijakan mereka dan rencana mereka untuk kembali menyeimbangkan perekonomian.” Yield obligasi pemerintah Indonesia yang relatif tinggi akan menopang mata uangnya, ucap Koji Fukaya, CEO dan strategis mata uang asing pada FPG Securities Co. di Tokyo. Bank Indonesia memperkirakan defisit neraca berjalan berada pada lebih dari 4 milyar dollar pada kuartal pertama, ucap Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo pada tanggal 17 April lalu. Data defisit neraca berjalan Indonesia akan dirilis tanggal 9 Mei nanti.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar