Sabtu, 24 Juni 2017

forex  Forex

Rupiah dan Obligasi Anjlok di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Jumat, 6 September 2013 11:28 WIB
Dibaca 503

Monexnews - 

Rupiah semakin melorot untuk minggu keempat dan obligasi tergelincir atas kecemasan pada naiknya harga minyak yang terkait dengan rencana serangan militer AS ke Suriah yang mana itu akan semakin memperburuk defisit perdagangn Indonesia.

Rupiah tergelincir sebanyak 11 persen pada kuartal ini, kinerja terburuk diantara 24 mata uang di negara berkembang yang kompilasi oleh Bloomberg, karena defisit neraca perdagangan yang mencapai rekor terbesarnya. Pembelian minyak dan gas oleh Indonesia yang merupakan negara pengimpor minyak mentah, naik sebesar 50 persen di bulan Juli, sementara nilai ekspor turun untuk bulan ke-16, ditunjukan dalam data resmi pemerintah pada pekan ini. 

“Harga minyak adalah isu utamanya, seiring mereka berpengaruh ke perdagangan, neraca berjalan dan defisit anggaran,” kata Leo Rinaldy, seorang ekonom di PT Mandiri Sekuritas di Jakarta. Penurunan pada cadangan devisa mungkin telah melambat di bulan Agustus itu memberikan “sedikit kelegaan,” pada ekonomi, ucap Rinaldy.

Kontrak NDF satu bulan menunju penurunan 4 persen pada pekan ini menjadi 11.910 per dollar pada pukul 10.28 WIB dan sempat mencapai 11.945 pada hari ini, level terendah sejak Maret 2009, berdasarkan data yang di kompilasi Bloomberg.

Dalam pasar spot, mata uang turun sebesar 2.3 persen sejak tanggal 30 Agustus,  menjadi 11.175 perdollar, penurunan untuk pekan kesembilan beruntun, penurunan terpanjang sejak 2004, berdasarkan harga dari bank lokal yang di kompilasi oleh Bloomberg. Kontrak NDF diperdagangkan melemah sebanyak 6.2 persen dari harga spot hari ini, selisih terbesar sejak 27 Agustus, ketika marjin menyentuh 6.6 persen, selisih terlebar sejak September 2011.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar