Jumat, 21 Juli 2017

forex  Forex

Rupiah Hadapi Tantangan di Tengah Kecilnya Cadangan Devisa Indonesia

Senin, 23 Maret 2015 14:17 WIB
Dibaca 734

Monexnews - Cadangan devisa Indonesia yang berada di bawah pengawasan otoritas keuangan relatif yang terkecil jika dihubungkan dengan output ekonomi, di tengah bank sentral mulai persiapkan langkah-langkah untuk memerangi pelemahan rupiah yang tergelincir ke level terendah dalam 16 tahun.

Michael Every, kepala analis pasar keuangan di Rabobank International di Hong Kong pada tanggal 19 Maret mengatakan bahwa Indonesia saat ini tidak nyaman dengan rentang kepemilikan cadangan devisa mereka. Itu masuk akal karena mereka tampaknya ingin meningkatkan cadangan devisa dan melihat rupiah diperdagangkan terus melemah.

Bank sentral meninggalkan suku bunga tidak berubah pada kajian kebijakan pada pekan lalu dan berjanji untuk "meningkatkan langkah-langkah
 untuk menstabilkan rupiah, yang termasuk mengintervensi pasar. Itu menandai perubahan sikap dari pertemuan bulan Februari ketika suku bunga secara tak terduga dipangkas dan otoritas moneter indikasikan bahwa mereka nyaman dengan pelemahan rupiah, komentar tersebut membantu memicu keluarnya dana investor sebesar $1.1 miliar dari pasar saham dan obligasi pada bulan ini.

Ketika penurunan dalam suku bunga dan rupiah diperkirakan akan membantu hidupkan kembali ekspansi ekonomi di laju paling lambat dalam lima tahun, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menilai bahwa saat ini resiko meningkat dari perginya arus modal global yang diperlukan untuk membiayai defisit current account. Kemampuan Bank Indonesia untuk mendukung rupiah dibatasi oleh cadangan devisa, terkait dengan PDB, yang kurang dari setengah dari kuran cadangan di Malaysia, Thailand atau Filipina.

Rupiah reli sebesar 0.6% pada pekan lalu menjadi 13,118 per dollar seiring bank sentral menyuarakan bahwa mereka akan mendukung mata uang. Penguatan tersebut terjadi setelah mata uang garuda mengalami pelemahan untuk lima pekan berutun dimana rupiah melemah 4.4%, menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia. Berdasarkan tujuh analis yang disurvei oleh Bloomberg menyerukan bahwa rupiah kemungkin akan turun ke level 13,540 pada akhir tahun ini, itu adalah level terlemah sejak 1998.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar