Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

forex  Forex

Rupiah Kembali Terpuruk, Seiring Masih Buruknya Sentimen Global

Rabu, 7 Januari 2015 11:19 WIB
Dibaca 704

Monexnews - Mata uang Indonesia, rupiah, kembali melemah, memimpin kerugian diantara mata uang Asia lainnya pada tahun ini, seiring investor lebih memburu aset yang relatif aman seperti obligasi pemerintah dan dollar di tengah memburuknya sentimen global. Minyak brent memperpanjang penurunannya dan bersiap untuk menembus kebawah level $50 per barel untuk pertama kalinya sejak tahun 2008.

Yield rata-rata di dalam obligasi AS, Jepang dan Eropa turun ke rekornya, sementara itu indeks dollar naik ke level tertinggi dalam sembilan tahun. Fokus pasar saat ini adalah hasil minutes pertemuan Federal Reserve tanggal 16-17 Desember yang akan di rilis malam nanti untuk memperjelas tanda-tanda pada kapan pembuat kebijakan akan naikan suku bunga.

Rupiah tergelincir sebesar 0.6% menjadi 12,740 sampai siang ini. Mata uang garuda sebelumnya sempat turun ke 12,759, itu adalah level terlemah sejak 17 Desember, dan telah anjlok sekitar 2.8% di tahun 2015.

"Kami melihat tren rupiah akan turun dalam kuartal sekarang, berpotensi menembus level 13,000 di tengah pasar yang optimis pada hasil pertemuan minutes Fed, setelah itu rupiah akan stabil di kisaran level tersebut,"  kata Heru Irvansyah, ekonom di PT BNI Securities di Jakarta. "Jika harga minyak masih di dekat level $50 per barel maka rupiah akan terus berada di bawah tekanan seiring investor menjual aset beresiko dan memburu aset haven."

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar