Jumat, 21 Juli 2017

forex  Forex

Rupiah Kian Terperosok Atas Data Perdagangan RI

Rabu, 4 Juni 2014 13:43 WIB
Dibaca 599

Monexnews -

Mata uang Indonesia, rupiah, kembali tergelincir ke level terdalam sejak bulan April atas kecemasan neraca perdagangan yang memburuk akan memacu keluarnya arus modal dari pasar keuangan Indonesia.

Data pemerintah pada pekan ini menunjukkan selisih nilai impor terhadap ekspor menjadi sebesar $1.96 milyar di bulan April, itu merupakan selisih terbesar dalam periode sembilan bulan terakhir, kondisi tersebut telah memicu spekulasi bahwa defisit current account akan lebih lebar dari kuartal lalu yang mencapai 2.06% pada GDP. Selisih current account tertinggi adalah ketika mencapai selisih 4.4% pada periode kuartal kedua 2013, itu memicu keluarnya arus modal sebanyak $1.8 milyar di semester kedua tahun lalu. Sementara itu data dari AS menunjukkan yield obligasi bertenor 10 tahun naik 11 bps pada pekan ini, berada di jalur untuk kenaikan terbesar sejak Maret.

“Dengan yield obligasi AS yang mulai naik, kecemasan atas negara-negara yang mengalami defisit kembar telah kembali,” kata Khoon Goh, analis mata uang senior di Australia & New Zealand Banking Group Ltd. di Singapura. “Indonesia secara mengejutkan melaporkan defisit negara perdagangan yang cukup besar, jadi itu menyebabkan beberapa investor melepas posisi beli rupiah untuk membersihkan posisi mereka.”

Rupiah tergelincir sebesar 0.8% menjadi 11,881 pada pukul 12.05 wib, itu merupakan penurunan terbesar sejak 23 April, harga di ambil dari bank lokal. Rupiah telah melemah sebesar 1.7% pada pekan ini dan sebelumnya mencapai 11,893, yang merupakan level terlemah sejak 19 Februari. Di pasar luar negeri, kontrak NDF turun sebesar 0.6% menjadi 11,925, di perdagangkan sekitar 0.3% lebih lemah dari harga spot dalam negeri, menurut data dari Bloomberg.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar