Jumat, 20 Oktober 2017

forex  Forex

Rupiah Masih Lemah Meski Rilis Paket Kebijakan

Jumat, 23 Agustus 2013 15:29 WIB
Dibaca 479

Monexnews - Hingga sesi siang kurs rupiah terhadap dollar AS masih berkeliaran di kisaran lemah 11000 kendati paket kebijakan pemerintah yang di rilis hari ini (Jumat, 23/8) bertujuan untuk meredam gejolak mata uang berlambang burung Garuda.

Paket kebijakan itu juga untuk mempertahankan investasi serta eksistensi dari industri manufaktur terutama padat karya. Namun pelemahan rupiah terjadi lantaran pasar menganggap prosesnya mungkin baru berjalan setelah 6 hari atau efektif berjalan minggu depan di bulan September.

Dan sebagian kalangan masih pesimis paket kebijakan tersebut tidak akan efektif untuk memperbaiki rupiah ke sedia kala. Intervensi pemerintah yang sasarannya adalah sisi fundamental nampak akan sulit. Lihat saja, dengan suku bunga BI rate yang saat ini 6,5%,  jika di intervensi mau tidak mau suku bunga harus naik. Selain itu, defisit neraca berjalan Indonesia terus membengkak. Apalagi, cadangan devisa sudah melorot ke US$92,6 miliar.

Pada saat yang sama, tingkat kepercayaan konsumen turun ke 108,4 di bulan Juli dari sebelumnya 117,1. Angka itu sekaligus menunjukkan rasa ketidakpercayaan pasar, dalam hal ini termasuk para investor luar negeri yang menanamkan modalnya di Indonesia. Karena itu, intervensi dari sisi fundamental bukan jurus yang ampuh untuk dilakukan, sehingga pasar lebih baik menunggu kebijakan yang lebih mumpuni untuk menanggulangi gejolak depresasi rupiah.

Kurs rupiah (IDR) terpantau lemah di area 11081 terhadap USD dan hanya mampu sempat menguat ke level 10785, platform Bloomberg.(dar)  

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar