Sabtu, 21 Oktober 2017

forex  Forex

Rupiah Masih Melemah Seiring Pesimisnya Pasar Pada Neraca Berjalan

Rabu, 27 November 2013 10:46 WIB
Dibaca 416

Monexnews -

Mata uang Rupiah turun ke level terendah dalam empat tahun atas kecemasan bahwa defisit neraca berjalan dan neraca perdagangan tidak meyempit cukup cepat untuk mengembalikan kepercayaan investor. Yield obligasi pemerintah naik untuk hari ketiga.

Defisit neraca berjalan akan menjadi $30 milyar sampai $31 milyar pada akhir tahun ini, di bandingkan dengan defisit $24 milyar pada tahun 2012, kata Menteri keuangan Chatib Basri pada hari ini di Jakarta. Rupiah telah merosot sebanyak 19 persen terhadap dollar pada tahun ini dan pelemahan tidak berikan dampak besar pada ekspor, yang turun untuk bulan ke 18 sampai bulan September.

“Sentimen untuk rupiah benar-benar tidak membaik,” kata Enrico Tanuwidjaja, seorang ekonom di Nomura Holdings Inc. di Singapura.” Masih cukup besar kekhawatiran pada neraca berjalan. Impor mungkin melambat dan pendapatan ekspor mungkin terlihat sulit untuk naik.”

Rupiah melemah sekitar 0.7% menjadi 11.848 per dollar pada pukul 09.32 WIB, harga di ambil dari beberapa bank lokal. Itu merupakan level terlemah sejak 20 Maret 2009. Untuk pergerakan satu bulan non-deliverable forward turun sebanyak 1.6% menjadi 11.835, 0.1% lebih kuat dari harga spot dalam negeri.

Indonesia mencatat defisit neraca berjalan sebesar $8.4 milyar di kuartal ketiga, di bandingkan dengan defisit $9.9 milyar pada tiga bulan sebelumnya, di laporkan bank sentral pada tanggal 13 November.

Nilai tukar berada di kisaran 11.500 per dollar akan berikan dukungan pada ekspor dan membantu atasu defisit secara luas dalam perdagangan, kata deputi senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara di Jakarta kemarin.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar