Selasa, 25 Juli 2017

forex  Forex

Rupiah Semakin Rapuh Setelah Di Hapusnya UU Pemilu Langsung

Senin, 29 September 2014 20:01 WIB
Dibaca 1193

Monexnews -  Rupiah jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan setelah berakhirnya pertempuran pengesahan undang-undang di parlemen yang menghasilkan keputusan bahwa para pejabat lokal tidak dapat dipilih secara langsung oleh rakyat yang mana itu telah memicu arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia.

Mata uang garuda pimpin pelemahan mata uang di Asia pada hari ini setelah para investor asing menjual bersih saham sebanyak $119 juta pada tanggal 26 September, itu adalah yang tertinggi dalam enam pekan terakhir, karena parlemen telah meloloskan RUU yang mana itu dapat menjadi rintangan bagi Presiden terpilih Joko Widodo.

Rupiah tergelincir sebesar 1.2% untuk di tutup di 12,170 per dollar, itu adalah level terlemah sejak 19 Februari, harga di ambil dari bank lokal. Nilai kontrak non-delivery forward satu bulan yang di perdagangkan di luar negeri turun sebesar 0.8% menjadi 12,328, 1.3% lebih lemah dari harga spot dalam negeri, berdasarkan data yang di kompilasi oleh Bloomberg.

"Disahkannya undang-undang untuk pemilu lokal yang menyatakan bahwa para pejabat akan dipilih oleh parlemen dipandang sebagai langkah mundur dalam hal reformasi politik," kata Khoon Goh, analis senior di Australia & New Zealand Banking Group Ltd., di Singapura. "Rupiah juga melemah karena dollar yang menjadi lebih kuat telah menjadi tema utama pada akhir-akhir ini."

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar