Senin, 25 September 2017

forex  Forex

Rupiah Menjadi Mata Uang Terapuh Pada Bulan Ini di Kawasan Asia

Selasa, 30 September 2014 16:50 WIB
Dibaca 819

Monexnews - Rupiah telah menjadi mata uang yang paling rapuh di Asia pada bulan ini seiring para investor asing menarik uang mereka dari pasar saham lokal dalam mengantisipasi untuk kenaikan suku bunga AS.

Para investor asing menjual lebih dari $542 juta pada saham daripada yang mereka beli di bulan September, itu adalah arus keluar yang terbesar sejak Juni 2013, di tunjukan dalam data dari bursa. Federal Reserve meningkatkan estimasi median untuk suku bunga AS sebesar 25  basis poin menjadi 1.375 persen untuk akhir 2015 pada bulan ini. Indonesia memiliki cadangan devisa sebanyak $111.2 milyar di bulan Agustus, itu hanya cukup untuk menutup biaya impor selama 6.5 bulan, di bandingkan dengan 11 bulan untuk Filipina, di tunjukan dalam angka dari bank sentral masing-masing.

"Indonesia masih menjadi salah satu negara terapuh di kawasan terhadap segala langkah aksi hindar aset resiko karena rasio cadangan devisanya," kata Gundy Cahyadi, seorang ekonom di DBS Group Holdings Ltd., di Singapura. "Fokus utama di pasar saat ini adalah melihat bagaimana prospek reformasi di bawah pemerintahan yang baru."

Rupiah tergelincir sebesar 4% pada bulan ini, itu adalah yang terbesar sejak November, menjadi 12,185 pada pukul 16:05 di Jakarta, harga di ambil dari pertunjukan bank lokal. Rupiah melemah sebesar 0.1% pada hari ini dan turun 2.7% pada kuartal sekaran. Kontrak non-deliverable forward satu bulan yang di perdagangkan di luar negeri turun sebesar 4.4% di bulan September dan 0.1% pada hari ini di 12,340, di tunjukkan dalam data yang di kompilasi oleh Bloomberg. Kontrak di perdagangkan 1.3% lebih rendah dari harga spot.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar