Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

forex  Forex

Rupiah Menuju Penurunan 3 Kuartal Beruntun Jelang Akhir 2014

Rabu, 31 Desember 2014 14:04 WIB
Dibaca 494

Monexnews - Mata uang Indonesia menuju penurunan kuartalan ketiga beruntun seiring masih besarnya defisit neraca berjalan yang membuat ekonomi rapuh terhadap arus keluar di tengah AS yang bergerak semakin dekat untuk kenaikan suku bunganya.

Rupiah pada siang ini turun sekitar 2% menjadi 12,463 per dollar sejak akhir September. Penurunan tersebut diikuti oleh penurunan sebesar 2.7% dalam kuartal sebelumnya dan penurunan sebesar 4.2% dalam periode kuartalan sampai Juni. Rupiah, yang menguat sebesar 1% pada hari ini, ditutup di level terlemah sejak krisis keuangan 1998 pada tanggal 15 Desember. Rupiah melemah sebesar 2.1% di tahun 2014.

Turunnya harga komoditas telah melukai sektor ekspor Indonesia dan berkontribusi terhadap neraca berjalan yang masih defisit untuk 12 kuartal terakhir. Indeks dollar, telah reli sebesar 12% sejak Juni, karena membaiknya ekonomi AS dan pada tanda-tanda bahwa Federal Reserve akan naika biaya pinjaman pada tahun depan. Indonesia pada hari ini umumkan penghapusan subsidi bahan bakar, yang mana itu akan mengurangi tekanan kepada APBN.

David Sumual, kepala ekonom di PT Bank Central Asia mengatakan bahwa selain melebarnya defisit, rupiah melemah karena sentimen bullish yang berada di dalam dollar AS karena ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed. Rupiah berpotensi sedikit menguat ke level 12,000 jika Standard & Poor's naikan peringkat Indonesia karena rendahnya resiko fiskal.

 

fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar