Jumat, 31 Maret 2017

breaking-news GDP AS Q4 direvisi naik menjadi 2.1%, Klaim Penganguran turun menjadi 258K.

forex  Forex

Rupiah Merosot Tajam Pada Pekan Ini Atas Kecemasan Pada Minyak

Jumat, 20 Juni 2014 17:20 WIB
Dibaca 579

Monexnews -

Mata uang garuda, rupiah, menyelesaikan penurunan mingguan terbesarnya dalam sebulan atas kecemasan lonjakan harga minyak global di tengah kekerasan di Irak yang akan memperburuk defisit perdagangan dan fiskal Indonesia.

Minyak Brent kemarin mencapai level tertinggi sembilan bulan di $115.71 per barel seiring para milisi menguasai Baghdad, yang merupakan  ibu kota dari negara anggota produsen minyak terbesar kedua di OPEC. Indonesia, yang mantan anggota OPEC, tidak mungkin menjadi eskportir minyak lagi, yang meninggalkan para pembuat kebijakan untuk berjuang dengan defisit pendapatan jangka panjang seiring menurunnya produksi minyak, kata Menteri Keuangan Chatib Basri pada sebuah wawancara tanggal 18 Juni. Impor bahan bakar naik sebesar 23% dari pembelian luar negeri Indonesia di bulan April.

“Faktor geopoltik akan terus membebani rupiah di saat permintaan dari korporasi terhadap dollar masih besar menjelang akhir bulan,” kata Nurul Eti Nurbaiti, kepala treasury di PT Bank Negara Indonesia di Jakarta. Harga minyak menyebabkan pasar ketakutan dengan defisit anggaran dan perdagangan Indonesia.”

Mata uang melemah sebesar 1.5% pada pekan ini untuk di tutup di 11,972 per dollar, ini merupakan penurunan terbesar sejak periode yang berakhir 23 Mei, harga di ambil dari bank lokal. Di pasar offshore, kontrak NDF satu bulan melemah 1.6% dari pekan lalu menjadi 12,011, lebih lemah 0.3% daripada harga spot dalam negeri, data di kompilasi oleh Bloomberg. Kontrak turun sebesar 0.4% pada hari ini, sedangkan harga spot turun 0.3%.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar