Rabu, 18 Oktober 2017

forex  Forex

Rupiah Semakin Merosot Ditengah Kecemasan Pada Kebijakan Fed

Kamis, 25 Juli 2013 11:00 WIB
Dibaca 694

Monexnews - Rupiah turun ke level terendah dalam empat tahun akibat meningkatnya kecemasan pada data penjualan rumah AS yang mungkin akan mendorong Federal Reserve untuk memulai pengurangan stimulus sehingga telah memacu permintaan untuk aset di emerging market.

Penjualan rumah baru di bulan Juni di negara dengan perekonomian terbesar di dunia naik ke level tertinggi dalam lima tahun, ditunjukkan dalam angka resmi pemerintah kemarin. Ketua Fed Ben Bernanke pada pekan lalu mengatakan bahwa bank sentral akan merespon data dalam menentukan apakah harus menaikan atau mengurangi pembelian obligasi. Investor asing memberli obligasi pemerintah Indonesia sebesar 2.54 triliun rupiah ($246 juta), setelah adanya penarikan dana sebesar 19.98 triliun rupiah di bulan Juni, ditunjukkan dalam data dari Kementrian keuangan.

Rupiah merosot sebesar 0.1% menjadi 10.266 pada pukul 10 pagi di Jakarta, setelah sebelum mencapai level 10.286, level terendah sejak Juli 2009, ditunjukan pergerakan rupiah dari bank lokal. Harga spot diperdagangkan pada premi 2.5% untuk NDF satu bulan, yang turun 0.5% menjadi 10.533 perdollar, level terendah sejak Juni 2009, berdasarkan data yang disusun oleh Bloomberg.

“Pasar bergantung pada data dan saat ini fokus masih pada kebijakan pengetatan dana Fed dan apa artinya untuk rupiah dari kebijakan tersebut,” kata Sim Moh Siong, analis mata uang di Bank of Singapore Ltd.” Faktanya adalah Bank Indonesia membiarkan rupiah untuk depresiasi untuk meringankan bebarapa tekanan pada arus keluar, namun kami mungkin akan melihat nada yang lebih hawkish.”

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar