Senin, 23 Januari 2017

forex  Forex

Rupiah Semakin Terpuruk Setelah Hasil Minutes Fed

Kamis, 21 November 2013 10:05 WIB
Dibaca 577

Monexnews -

Mata uang Indonesia turun ke level terendah sejak Maret 2009 setelah hasil minutes pertemuan terakhir Federal Reserve memicu spekulasi bahwa stimulus mungkin akan di pangkas lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Mata uang garuda turun sekitar 0.6% menjadi 11.725 per dollar pada pukul 09.00 di Jakarta, harga di ambil dari beberapa bank lokal. Rupiah sebelumnya sempat mencapai level 11.733, level terlemah sejak 31 Maret 2009. Dalam pasar luar negeri, untuk kontrak non-deliverable forward turun sekitar 0.6% menjadi 11.622 per dollar, 1 persen lebih kuat dari harga spot dalam negeri, data di kompilasi oleh Bloomberg.

Bank sentral AS perkirakan data akan terus menunjukkan pemulihan di pasar kerja di negara ekonomi terbesar di dunia untuk “berikan jaminan pengurangan laju pembelian obligasi dalam beberapa bulan mendatang,” berdasarkan hasil minutes yang di rilis kemarin, mengacu pada program pembelian obligasi bulanan yang sebesar $85 milyar yang telah berikan dukungan pada aset di pasar berkembang. Investor global telah menjual lebih dari $322 juta dalam bursa saham Indonesia daripada yang mereka beli di bulan November sampai kemarin, itu merupakan arus keluar terbesar sejak bulan Agustus, ditunjukan dalam data dari bursa.

“Penurunan di seluruh aset adalah reaksi pasar terhadap minutes pertemuan Fed,” kata Suriyanto Chang, kepala treasury di PT Bank QNB Kesawan di Jakarta.”Dalam  beberapa bulan mendatang dapat terjadi apapun, namun rupiah masih di bawah tekanan seiring investor masih cemas bahwa tapering akan terjadi lebih cepat.”

  

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar