Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

forex  Forex

Rupiah Terdegradasi Oleh Apresiasi Dollar AS

Kamis, 24 Juli 2014 13:10 WIB
Dibaca 676

Monexnews -

Nilai tukar Rupiah kembali melemah di perdagangan hari Kamis (24/) seiring mulai memudarnya euphoria kemenangan Jokowi serta akibat penguatan dollar AS di tengah memanasnya kembali situasi di Ukraina.

Dollar AS menguat terutama terhadap mata uang Euro dan Sterling seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa penambahan sanksi terhadap Rusia justru akan menghambat proses pemulihan yang masih rapuh di zona Euro.

Sanksi yang lebih keras terhadap Rusia beresiko melukai negara Jerman sebagai ekonomi terbesar di Eropa mengingat kuatnya hubungan dagang di antara ke-2 negara tersebut. Sementara para menteri luar negeri Uni Eropa pada hari Selasa lalu telah mengancam akan menambah sanksi kepada Rusia, termasuk membatasi akses Rusia ke pasar modal Eropa menyusul jatuhnya pesawat Malaysia di Ukraina pada akhir pekan lalu.

Bahkan kabar teranyar menyebutkan bahwa dua pesawat militer Ukraina ditembak jatuh di dekat kota Savur Mogilla, dan masih satu wilayah dengan lokasi jatuhnya pesawat sipil Malaysia Airlines minggu lalu.

Selain itu, para investor juga masih optimis terhadap data-data ekonomi AS yang positif yang rilis pada hari Selasa lalu (22/7). Angka penjualan rumah di bulan Juni mencatat kenaikkan dalam delapan bulan terakhir. Sedangkan indeks harga konsumen naik 0,3% dari sebelumnya di angka 0,4% di bulan Mei.

Hingga sesi jeda siang, Rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp.11535, lebih lemah bila dibandingkan pada sesi penutupan hari Rabu kemarin yang tercatat di level Rp.11505, platform Reuters.  (dar)   

 

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `