Jumat, 28 Juli 2017

forex  Forex

Rupiah Terperosok Seiring Maraknya Aksi Jual Obligasi Domestik

Senin, 15 Desember 2014 17:50 WIB
Dibaca 628

Monexnews - Mata uang garuda, rupiah, merosot ke level terendah sejak terjadinya krisis keuangan di Asia seiring meningkatnya aksi beli dollar oleh perusahaan lokal sebelum akhir tahun yang bertepatan dengan kejatuhan pasar obligasi pemerintah.

Mata uang rupiah tergelincir sebesar 1.9% menjadi 12,698 per dollar di Jakarta, itu adalah level penutupan terendah sejak Agustus 2008. Pelemahan tersebut adalah kejatuhan mata uang terbesar sejak 1 Agustus. Berdasarkan data yang di kompilasi oleh Bloomberg, di pasar offshore, kontrak NDF satu bulan turun sebesar 1.4% menjadi 12,919.

Para investor asing telah menarik dana sebesar 10.09 triliun rupiah ($795 juta) dari obligasi pemerintah yang menggunakan mata uang lokal pada bulan ini sampai tanggal 11 Desember, di tunjukkan oleh data dari kementrian keuangan, di tengah prospek kenaikan suku bunga AS yang telah meredam permintaan untuk aset pasar berkembang. Neraca berjalan Indonesia, yang telah defisit dalam 12 kuartal terakhir, telah membuat rentan nilai aset Indonesia seiring kecemasan atas outlook ekonomi global telah menghalangi investor untuk memburu aset beresiko. Yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun telah melonjak ke level terbesarnya sejak Januari.

"Permintaan dollar menjelang akhir tahun dari perusahaan dalam negeri serta arus yang berakitan dengan penjualan obligasi akhir-akhir ini tampaknya terus membebani rupiah," kata Shigehisa Shiroki, kepala trader tim Asia dan pasar berkembang di Mizuho Bank Ltd. di Tokyo. Pasar mulai cemas tentang kemungkinan adanya intervensi.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar