Jumat, 15 Desember 2017

forex  Forex

Rupiah Terpuruk Seiring Importir Memburu Dollar

Rabu, 18 Juni 2014 17:01 WIB
Dibaca 641

Monexnews -

Nilai tukar Rupiah melemah melewati level 12,000 per dollar untuk pertama kalinya sejak bulan Februari seiring para importir menimbun dollar untuk memenuhi pembayaran di masa mendatang di tengah kecemasan atas lonjakan harga minyak yang akan memperburuk neraca perdagangan Indonesia.

Rupiah tergelincir sebesar 0.9% untuk di tutup di 11,997 per dollar, harga di ambil dari beberapa bank lokal. Rupiah sebelumnya sempat mencapai level 12,027, itu merupakan level terlemah sejak 13 Februari. Rupiah telah melemah sebesar 2.7% pada bulan ini, dan rupiah telah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia, seiring sebuah laporan menunjukkan bahwa defisit perdagangan Indonesia mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan di $1.96 milyar di bulan April.

Nilai impor minyak dan gas Indonesia, telah membuat kenaikan sebesar 23% dari semua pengiriman di bulan April, naik bahkan ketika total pembelian luar negeri berkontraksi untuk bulan ketujuh. Minyak Brent naik ke level tertinggi sembilan bulan di $114.69 per barel pada tanggal 13 Juni dan telah naik sekitar 1% sejak tentara Irak bertempur dengan para milisi di dekar Baghdad.

“Ada beberapa ketakutan yang mendorong pembelian oleh korporasi yang ingin mengamankan dollar untuk kebutuhan impor dan keperluan di masa mendatang,” kata  Billie Fuliangsahar, kepala treasury di PT Rabobank International di Jakarta.” Meningkatnya harga minyak akan menyeret dollar-rupiah lebih tinggi lagi, jadi ada kekhawatiran atas pelemahan rupiah lebih lanjut.”

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar