Selasa, 30 Mei 2017

forex  Forex

Rupiah Tertekan Oleh Fundamental Yang Negatif

Selasa, 3 September 2013 14:02 WIB
Dibaca 592

Monexnews - Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan bergerak liar di atas level Rp 11000 di perdagangan antar valas di Jakarta (Selasa, 3/9). Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) bahkan tak berpengaruh banyak mengantisipasi penguatan dollar.

Pada sesi siang, mata uang Garuda ini sempat menguat ke level 11036 setelah akhirnya kembali terpuruk hingga 11332 terhadap USD, platform Bloomberg. Sedangkan nilai kurs valas antar bank, rupiah di transaksikan pada kisaran 11285.

Fundamental ekonomi domestik yang masih 'negatif' di duga membuat dollar terus menguat tajam. Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juli 2013 mengalami pembengkakan defisit sebesar US$ 2,31 miliar. Defisit tersebut merupakan defisit bulanan terbesar dalam sejarah. Sebelumnya defisit terbesar terjadi pada Oktober 2012 senilai U $ 1,88 miliar. Sedangkan neraca perdagangan periode Januari s/d Juli 2013 mengalami defisit senilai US$ 5.65 miliar.

Dan angka tersebut kemungkinan menjadi salah satu penyebab semakin jatuhnya rupiah terhadap dollar AS (USD). Membengkaknya defisit tersebut terutama akibat terbebani oleh tingkat impor RI yang melonjak drastis hingga 6.5% di bulan Juli. Sedangkan ekspor justru melemah hingga -6.07%. 

Efek negatif dari gejolak depresiasi rupiah juga menyebabkan aktivitas sektor manufaktur Indonesia mengalami penyusutan selama bulan Agustus. Berdasarkan data yang di kalkulasi oleh HSBC, angka manufaktur PMI Indonesia merosot menjadi 48.5 dari bulan sebelumnya di level 50.7 yang masih menandakan ekspansi di sektor tersebut.

BI hari ini mematok nilai tukar dolar acuan bagi pedagang valas (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor) di level Rp 10.983.

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar