Sabtu, 16 Desember 2017

forex  Forex

Sebagai Aset Aman, Swiss-franc Banyak Diminati

Senin, 10 Maret 2014 14:00 WIB
Dibaca 803

Monexnews -

Meskipun gejolak politik antara negara Ukraina dan Rusia berangsur memudar, kalangan investor nampak masih mencari aset-aset aman seperti mata uang Swiss-franc sebagai sarana lindung nilai.

Swiss franc yang relatif menguat hari ini (Senin, 10/3) terutama terkait dengan merebaknya kembali kecemasan terhadap perlambatan ekonomi. Kekhawatiran itu muncul menyusul buruknya data GDP kuartal 4 Jepang yang buruk serta data perdagangan China yang mengecewakan di akhir pekan lalu.

Atas alasan data yang buruk tersebut, mata uang Swiss-franc kembali banyak diminati sebagai lindung nilai di saat perekonomian mulai melambat. Hingga sesi siang, USDCHF tercatat pada kisaran 0.8768 setelah naik hingga level 0.8783. Sedangkan pada sesi Jumat lalu, Swiss-franc berakhir ditutup pada level 0.8780 setelah sempat menguat ke 0.8853 terhadap USD. Sedangkan hari ini, kurs Swiss-franc mampu menguat ke level 0.8756.

Secara teknikal bila kita mengacu kepada grafik harian, pergerakkan USDCHF secara umum masih bearish untuk pekan ini. Kondisi tersebut ditandai oleh sejumlah indikator teknikal yang terkondisi downtrend. Setidaknya mulai dari Stochastic, RSI dan MACD atau bahkan moving average, semuanya menunjukkan tren yang bearish. Kondisi ini memungkinkan USDCHF dapat melanjutkan penurunan ke level 0.8730 hingga 0.8700. (dar)

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar