Kamis, 27 Juli 2017

forex  Forex

Sentimen Negatif Terus Bayangi Sterling

Kamis, 20 Februari 2014 19:50 WIB
Dibaca 749

Monexnews - Sterling kembali diperdagangkan melemah terhadap dollar, menjadi penurunan dalam empat hari beruntun. Mata uang Inggris tersebut mulai melemah pada awal pekan ini setelah sempat rally selama tujuh hari dan menyentuh level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Melambatnya inflasi di Inggris menjadi awal sentimen negatif bagi sterling pada pekan ini. Office for National Statistic pada hari Selasa (18/02/14) lalu melaporkan inflasi tahunan pada bulan Januari tumbuh sebesar 1,9%, turun dari bulan sebelumnya sebesar 2,0%, sementara ekonom memperkirakan inflasi bulan Januari tetap sebesar 2,0%. 

Naiknya tingkat pengangguran Inggris pada kuartal ke-empat lalu semakin memperburuk kinerja sterling. Jumlah klaim pengangguran Inggris pada bulan Januari turun sebesar 27 .600 lebih baik dari estimasi penurunan sebesar 18.300. Namun data tingkat pengangguran pada kuartal ke-empat naik menjadi 7,2% dari kuartal sebelumnya sebesar 7,1%, sementara ekonom sebelumnya memperkirakan tingkat pengangguran tetap pada level 7,1%.

Eskpetasi Bank of England akan segera menaikkan suku bunga mulai teredam, setelah berkurangnya tekanan inflasi, serta tingkat pengangguran yang kembali menjauhi batas yang ditetapkan BoE sebesar 7,0%.

Sementara itu data penjualan ritel Inggris pada bulan Januari yang akan dirilis besok diperkirakan akan menurun dari bulan sebelumnya, kembali memberikan sentimen negatif bagi sterling. GBPUSD saat ini diperdagangkan pada kisaran 1.6657, dengan level tertinggi harian 1.6694 dan terendah 1.6634. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar